Rabu, 16 Maret 2022

SHEAR PINCH ROLL SLITTER DAN RESIN HOOD TELESCOPIC

Alat ini juga didesain untuk Bluscope. Desainnya dapat dilihat di sini Baca Selengkapnya..

Robot Flange

Robot ini digunakan untuk produksi massal flange. Desainnya dapat dilihat di sini Baca Selengkapnya..

Coil Separator

Prinsip kerja coil separator ini adalah ... Untuk desain dapat diliat pada Gambar berikut : Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Baca Selengkapnya..

Roller Cleaner

Gambar ini merupakan desain project untuk Bluescope. Alat ini cukup sederhana yaitu fast dryernya (pengeringan hanya 2 detik). Sebelumnya project ini dikerjakan oleh perusahaan asing dengan konsep yang berbeda dari konsep ini dengan proses pengeringan yang lama, terus harga yang sangat mahal tetapi gagal karena ketebalan resin sisa pembersihan tidak uniform (tebal titpis/belang) sehingga mengganggu kualitas coating output produksi. Dugaan sementara karena mereka menggunakan stationary cleaner yang lebarnya sama dengan panjang roll yaitu selebar 1350 mm jadi tekanan yang tidak uniform pada roll akan berakibat belang-belang. Konsep kita menggunakan konsep full moving cleaner (oscillation cleaner) dengan lebar cleaner hanya 200 mm jadi tekanan yang dikenakan sepanjang roll pasti uniform (sudah disimulasi). Desainnya dapat dilihat di sini Baca Selengkapnya..

Pemanfaatan Kalor Slag Sebagai Sumber Energi Panas Pada RD & RK

Nickel slag yang merupakan residu dari proses produksi ferro nickel di UBP Nikel Antam Pomalaa sekarang ini langsung dibuang sebagai limbah padat dalam bentuk agregat. Ketika keluar dari furnace temperatur slag cair masih sangat tinggi yaitu pada Tslag = 1568 oC. Pada temperatur ini energi panas slag sangat besar. Slag dengan temperatur yang masih tinggi tersebut langsung ditumpahkan ke dalam kolam pendinginan. Dalam kolam pendinginan, air dengan kecepatan tinggi ditembakkan ke slag cair tadi, sehingga terjadi pendinginan cepat dan pembentukan agregat. Temperatur akhir agregat adalah pada temperarur sekeliling yaitu Tslag = 32 oC. Energi panas slag secara termodinamika adalah 31,8 MW. Secara termodinamika dapat dihitung bahwa apabila sebagian kecil saja dari total energi yang dimiliki oleh slag sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan energi pada rotary dryer dan rotary kiln. Sisa energi panas slag selanjutnya bisa digunakan untuk preheating leadle. Pemanfaatan kalor slag dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Transient Heat Exchanger (THE). THE pada kondisi operasinya mentransfer sejumlah panas dari slag ke udara yang mengalir dalam terowongan heat exchanger. Yang berbeda dengan heat exchanger pada umumnya adalah perubahan temperatur yang terjadi pada slag panas (sumber panas) seiring berjalannya waktu sehingga dapat dikategorikan dengan perpindahan panas transien. Selama proses taping slag cair terus dikeluarkan hingga mengisi seluruh transfer car yang diumpankan. Setelah proses taping selesai rangkaian transfer car tadi akan dihentikan gerak sirkulasinya. Untuk makalah lengkapnya bisa dilihat di sini Baca Selengkapnya..