Rabu, 16 Maret 2022
Pemanfaatan Kalor Slag Sebagai Sumber Energi Panas Pada RD & RK
Nickel slag yang merupakan residu dari proses produksi ferro nickel di UBP Nikel Antam Pomalaa sekarang ini langsung dibuang sebagai limbah padat dalam bentuk agregat. Ketika keluar dari furnace temperatur slag cair masih sangat tinggi yaitu pada Tslag = 1568 oC. Pada temperatur ini energi panas slag sangat besar. Slag dengan temperatur yang masih tinggi tersebut langsung ditumpahkan ke dalam kolam pendinginan. Dalam kolam pendinginan, air dengan kecepatan tinggi ditembakkan ke slag cair tadi, sehingga terjadi pendinginan cepat dan pembentukan agregat. Temperatur akhir agregat adalah pada temperarur sekeliling yaitu Tslag = 32 oC. Energi panas slag secara termodinamika adalah 31,8 MW.
Secara termodinamika dapat dihitung bahwa apabila sebagian kecil saja dari total energi yang dimiliki oleh slag sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan energi pada rotary dryer dan rotary kiln. Sisa energi panas slag selanjutnya bisa digunakan untuk preheating leadle. Pemanfaatan kalor slag dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Transient Heat Exchanger (THE). THE pada kondisi operasinya mentransfer sejumlah panas dari slag ke udara yang mengalir dalam terowongan heat exchanger. Yang berbeda dengan heat exchanger pada umumnya adalah perubahan temperatur yang terjadi pada slag panas (sumber panas) seiring berjalannya waktu sehingga dapat dikategorikan dengan perpindahan panas transien. Selama proses taping slag cair terus dikeluarkan hingga mengisi seluruh transfer car yang diumpankan. Setelah proses taping selesai rangkaian transfer car tadi akan dihentikan gerak sirkulasinya. Untuk makalah lengkapnya bisa dilihat di sini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tes
BalasHapus